Khotbah Perjanjian Lama

Peranan Tuhan dalam Pengambilan Keputusan

Jika kita sering menonton acara-acara kriminal di TV, kita akan menemukan cerita-cerita menyedihkan yang klise. Misalnya, cerita tentang bayi merah yang dibunuh oleh ibunya sendiri karena si ibu bingung akibat bayinya ini tidak berbapak. Untuk menutupi kesalahan pada masa lalu, ibu ini melakukan sebuah kesalahan yang lain karena tidak berani menanggung konsekuensi kesalahan yang pertama. Logis jika kesalahan tidak dapat ditutup dengan kesalahan lain yang lebih kecil atau sama besar, tetapi harus ditutup dengan yang lebih besar. Jika proses ini dibiarkan berjalan terus maka akibatnya akan semakin hebat. Ketika ditagih karena berutang kecil, kita akan berutang yang lebih besar sampai akhirnya kita merasa perlu merampok dan mengambil milik orang lain. Umat Israel tidak begitu. Ketika mereka tahu mereka salah, mereka berhenti, mereka mengakui kesalahan itu, bersedia menerima konsekuensi dari kesalahan tersebut, dan tidak menyalahkan orang lain, mereka tidak menyalahkan Tuhan tetapi mereka sadar itu kesalahan mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *