Perhatikan kata “mutlak” yang saya pakai; saya tidak hendak mengatakan bahwa rasio dan pikiran tidak bagus digunakan, tetapi yang hendak saya katakan adalah bahwa kemampuan rasio dan pikiran kita terbatas sehingga kita tidak boleh bersandar “mutlak” kepadanya. Apabila kita sadar bahwa rasio dan pikiran kita itu ada batasnya dan sadar betapa kecilnya kita sebagai manusia di hadapan Tuhan, otomatis kita akan membuka diri supaya Tuhan memimpin rasio dan pikiran kita.
Peranan Tuhan dalam Pengambilan Keputusan
May 23, 2017