Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Efe. 4:32)
Ayat 32 ini hendak memberi antidote bagi kemarahan yang dikatakan pada ayat 26 (dan ayat 31) sebelumnya. Kerahaman (kindness, chrestos) adalah sikap positif yang diarahkan pada orang lain, yang muncul dari sikap “penuh mesra” (eusplachnoi), dan dilandasi oleh pengampunan Allah. Dengan kata lain, pengampunan kepada orang lain adalah ekspresi paling jelas dari keramahan. Melaljui kebajikan ini, masa lalu tidak berubah, namun masa depan terbentang lebih luas. Melalui kebajikan ini, mungkin orang lain tidak berubah, namun setidaknya dan yang paling penting, diri kita berubah.