Akan tetapi, lebih dari itu, kita juga tak boleh mengabaikan fakta bahwa Allah yang marah pada kejahatan dan ketidakadilan, adalah Allah yang pengampun. Yesus yang begitu berang di pelataran Bait Allah adalah Yesus yang sama, yang berkata bahwa kita harus mengampuni musuh kita tujuh puluh kali tujuh kali (Mt. 18:22).
tiga
Sekalipun ada saatnya kemarahan dapat dibenarkan, namun mari kita waspada bahwa sebagian besar kemarahan justru tak dapat dibenarkan ketika ia muncul sebagai wujud dari dosa itu sendiri. Pada minggu pertama kita membahas dosa dalam pemikiran Agustinus dan Luther sebagai pembelokan ke arah diri sendiri (incurvatus in se, curved in upon self). Begitu banyak kemarahan muncul dilandasi oleh sikap self-centered ini. Dan kemarahan yang semacam ini muncul lewat dua skenario.