Pertama, kemarahan ditekan (suppressed) agar tidak meledak. Ketika ini terjadi, maka kemarahan akan menggerogoti kesehatan jiwa kita sendiri dan membuat kita hanya bisa mengasihani diri sendiri. Ini orang yang paling malang. Kedua, kemarahan bisa diungkapkan (expressed) tanpa kendali dan mencelakai orang lain. Menekan kemarahan, sekalipun tidak berdampak merusak orang lain, akan merusak diri sendiri. Mengungkapkan kemarahan tanpa kendali, sekalipun mungkin memberi “kepuasan sesaat”, akan merusak orang lain. Pilihan mana pun sama buruknya.
Seri Tujuh Dosa Maut: Kemarahan
June 11, 2017