Khotbah Perjanjian Baru

Tiga Tindakan Nyata untuk Meraih Hidup Berarti: Jauhilah-Kejarlah-Bertandinglah

Seorang yang bernama John Noble menyaksikan apa yang terjadi di tengah keluarganya tatkala kemakmuran itu datang. Ayahnya seorang Kristen—orang yang saleh dan setia dalam melaksanakan kewajiban orang Kristen dan setia beribadah. Ia juga seorang yang tekun berdoa. Namun kehidupan rohaninya lambat laun mulai merosot. Hal ini karena sang ayah mulai asyik mencari lebih banyak keuntungan untuk bisnisnya. Keberhasilan finansial tiba dengan mengorbankan secara terus-menerus nilai hidup lainnya. Tuhan telah memakmurkan kita, namun kami lupa untuk berterima kasih. Sementara saya dan saudara saya menjadi dewasa, kebiasaan membaca Alkitab, doa bersama setiap malam dalam keluarga mulai berkurang, bahkan tidak sempat sama sekali. Ayah memanjatkan doa hanya satu kali dalam sehari saat kami bersantap malam. Kadangkala ayah meminta saya atau saudara saya memimpin doa ucapan syukur untuk makan malam, semuanya kami lakukan dengan formalitas tanpa makna lagi. Yang lebih menyedihkan, kebiasaan ke gereja bersama pun berhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *