Khotbah Perjanjian Baru

Tiga Tindakan Nyata untuk Meraih Hidup Berarti: Jauhilah-Kejarlah-Bertandinglah

Inilah tragedi besar dalam gereja—Orang Kristen pada hari Minggu saja! Orang Kristen yang bersikap A di gereja, dan bertindak B di luar gereja, misalnya di tempat kerja, ia adalah orang Kristen yang menuruti dunia dan segala praktik duniawi, dan ia pun gagal menjalankan perintah Allah untuk “mengejar kehidupan saleh, beribadah”.

Di depan sebuah toko tergantung sebuah sangkar burung yang besar, dan seekor burung elang dirantai dan terkurung di sana. Seorang pria berpostur tubuh tegap masuk ke toko, menemui pemilik toko, dan menanyakan berapa harga burung itu. Orang-orang yang berbelanja terheran-heran melihat pria itu karena hampir semua uang di kantong kiri dan kanannya dikeluarkan semua hanya untuk mendapatkan seekor burung elang. Sejumlah orang mengikuti pria tersebut. Elang itu dibawa, lalu ia melepaskan rantai pengikat kakinya. Sambil berjalan, perlahan-lahan dilepaskannya elang itu. Si elang membentangkan sayapnya dan mulai terbang semakin tinggi lalu lenyap dari pandangan mata mereka. Kemudian pria itu menoleh kepada orang-orang yang terheran-heran menyaksikan perilakunya tersebut, dan berkata, “Saya tidak tahan melihat elang itu dirantai di sangkar karena ia diciptakan bukan untuk berada di bawah sana, melainkan jauh tinggi di atas sana.” Hai, orang Kristen, renungkan makna kisah ini. Tatkala Allah menyelamatkan kita, Dia memberikan hidup yang baru kepada kita. Dia memberikan sayap-sayap itu untuk kita. Kita tidak diciptakan untuk berada pada level yang bawah itu. Kita diciptakan untuk berada pada level yang tinggi. Allah memanggil kita untuk mencurahkan perhatian dan pikiran kita pada perkara yang di atas, bukan yang di bumi ini. Sekarang, pada level manakah kehidupan kristiani kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *