Saudara-saudara, Jumat,11 Desember lalu, saya dikirimkan sebuah foto oleh salah seorang kakak saya. Foto itu membuat saya sedikit baper di pagi hari. Itu adalah foto keluarga yang telah di krop sehingga yang terlihat hanyalah foto mama saya yang sedang memangku saya beberapa bulan setelah saya lahir. Foto itu dikirimkan kepada saya karena memang tanggal 11 Desember lalu adalah peringatan 24 tahun mama saya meninggal. Pada waktu melihat foto itu, saya memang mengingat mama saya, namun kenangan saya terbatas karena saya hanya memiliki waktu bersama mama saya selama 6 tahun pertama dalam hidup saya. Jadi, melihat foto itu sebenarnya lebih mengingatkan saya pada masa-masa Natal kelabu tanpa sukacita dan pengharapan yang pernah saya alami bertahun-tahun setelah mama saya tiada. Memang, saat Natal selalu ada perayaan yang meriah di gereja, pohon natal yang ada di ruang tamu, kue-kue yang banyak di rumah. Namun, bagi saya tetap saja kurang. Apalah arti Natal tanpa kehadiran mama saya? Kalau memang Tuhan itu penuh kasih, kenapa Dia berlaku kejam pada kami dengan mengambil mama saya di hari-hari menjelang Natal yang katanya penuh sukacita?
— Khotbah Natal —
Aku Sudah Datang
December 21, 2019