Persoalannya, bagaimana kita bisa sembuh dari penyakit amarah ini? Pertama-tama mari kita lihat Efesus 4:31. Inilah nasihat Paulus: ”Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” Saya ingin menggarisbawahi kata ‘dibuang’. Kata ‘dibuang’ di dalam bahasa aslinya menunjukkan satu sikap yang sangat praktis untuk memperbarui kehidupan kita. Agar kita bisa diubah… agar kita bisa dibentuk… agar kita bisa diperbarui; segala yang tidak baik harus segera dibuang. Kata ‘dibuang’ itu persis gambar ini, Saudara (menunjukkan gambar laba-laba dan sarangnya). Bayangkan suatu kali Saudara masuk ke gudang lalu ketika membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam, Saudara menabrak sarang laba-laba dan sarang itu menempel di muka Saudara. Apa yang Saudara lakukan? Secara spontan kita pasti akan membersihkan sarang laba-laba dari muka kita. Seperti itulah nasihat Paulus. Artinya, kalau kita marah, Paulus menasihati, kita harus segera dengan spontan membuang amarah itu. Paulus juga menasihatkan, “jangan sampai matahari terbenam sebelum padam amarahmu” (Efesus 4:26). Itu artinya amarah jangan disimpan berlama-lama. Buang segera!
Atasi Amarahmu!
May 7, 2019