Tidak demikian dengan mereka yang beriman pada Bapa di surga. Mereka meyakini bahwa Bapa yang baik pasti sudah mengetahui apapun yang mereka perlukan (ayat 32b). Bapa bahkan sudah tahu hal itu sebelum kita memberitahu Dia (6:8). Menguatirkan makanan dan pakaian sama saja dengan meragukan perhatian dan pemeliharaan-Nya dalam kehidupan kita.
Jikalau makanan dan pakaian tidak lagi menjadi fokus kehidupan kita, kita pasti akan dimampukan untuk memiliki fokus yang benar, yaitu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (ayat 33). Sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah begitu gigih mencari materi (ayat 32a), demikian pula anak-anak Tuhan harus bersemangat dalam mencari kerajaan dan kebenaran Allah (ayat 33). Pernahkah kita melihat seseorang yang begitu terobsesi dengan materi sehingga ia rela melakukan apapun juga untuk mendapatkan apa yang ia inginkan? Seperti itulah seyogyanya sikap dan hasrat kita bagi Allah. Kita akan melakukan apa saja yang memperluas kerajaan Allah di muka bumi. Kita rela melakukan kebenaran, tidak peduli seberapa harga yang harus dibayar. Tidak acuh tak acuh, tetapi memikirkannya terus-menerus. Tidak bermalas-malasan, melainkan mengejarnya sampai keringat penghabisan.