Keterbatasan pikiran Alden membuatnya tidak mengerti apa yang saya ingin sampaikan. Menyadari keterbatasan itu, saya tidak perlu bicara lagi. Saya diam, tetapi terus mengupayakan agar sampai ke gereja. Saya rasa itulah juga yang kerap kali Allah lakukan dalam kehidupan kita. Kita tidak selalu sanggup memahami rancangan Allah, tetapi berserah senantiasa adalah sikap yang terbaik.
Kita percaya bahwa Allah jauh lebih baik daripada bapak kita. Itulah sebabnya kita memanggil-Nya Bapa di surga. Karakter Allah itulah yang menjadi dasar kepercayaan kita kepada-Nya. Mengapa kita berani percaya kepada-Nya? Karena kita mengetahui walau bibir Tuhan terkatup dan tak ada sepatah kata pun, namun tangan-Nya tetap memegang tangan kita.
Seperti seorang bapak yang menyayangi anaknya, demikianlah Tuhan menyayangi kita. Waktu kita tak dapat mendengar suara-Nya, tak melihat pekerjaan tangan-Nya, mari kita percaya pada hati-Nya.