14. “Dunia” atau “duniawi” tidak dibatasi oleh suatu cara hidup atau situasi tertentu, seperti pergi menonton bioskop, ikuti sinetron teve, senantiasa memperhatikan penampilan, pekerjaan dsb. Belum tentu. Memikirkan kebutuhan-kebutuhan hidup itu mutlak perlu. Namun bila mencari uang berubah menjadi “cinta” uang, itu yang namanya duniawi. Itu peringatan rasul Paulus dalam 1 Tim.6:9,10, hati-hati dengan ingin kaya, cinta uang, memburu uang. Menikmati kesenangan dunia adalah bagian dari kehidupan manusiawi kita, kita perlu juga rekreasi. Tetapi bila dalam menikmati kesenangan kita lupa daratan, maka dia menjadi sesuatu yang duniawi. Kaum muda olahraga basket, boleh, tetapi bila sampai abaikan persekutuan muda-mudi, kebaktian, berdoa – itu duniawi, jadi berhala.