28. George Matheson sedang dilanda kedukaan dan frustrasi. Demikian frustrasinya sampai-sampai ia tidak tahan dan bertekad lakukan tindak bunuh diri. ia keluar dari rumahnya di kota London dan memanggil kereta kuda untuk dihantar ke jembatan S. Thames. Tetapi setelah sekian lama mereka tidak sampai-sampai, ia menegur si kusir yang dijawab kabut melanda kota London, sehingga mereka tidak dapat berjalan dengan cepat. Tetapi ketika mereka tetap tidak tiba di tempat yang dituju, George Matheson tidak sabar, ia turun dari kereta bermaksud berjalan kaki menuju jembatan S. Thames. Betapa terkejutnya ketika ia menemukan bahwa ia berdiri di muka pintu rumahnya. Rupanya kabut menyebabkan mereka tersesat berputar-putar di tempat. Dengan amarah meluap George masuk ke dalam rumah, frustrasinya makin menjadi-jadi. Namun, di tengah-tengah luapan amarahnya, tiba-tiba ia disentakkan oleh kesadaran tangan Tuhan yang mencegah dia untuk lakukan tindak bunuh diri. Ia terdiam sejenak, segera ia mengambil sebuah pena dan menulis syair “Ya, Kasih Yang Merangkulku” – O Love That Will Not Let Me Go (KJ.366). Ya kasih yang merangkulku, penghibur jiwa yang lelah. Ku b’ri kembali hidupku, supaya dalam sumberMu bertambah murnilah – supaya dalam kedalaman lautanMu, bertambah kaya, penuh.
Bersaksi bagi Tuhan
July 15, 2017