Orang Farisi merasa karena mereka menegakkan Taurat, maka mereka lebih banyak tahu tentang Tuhan (arogansi agamawi), sedangkan orang Herodian pengikut Herodes adalah orang2 Yahudi yang sifatnya kompromistis. Dua kelompok ini memiliki potensi besar untuk memberi pengaruh yang tidak baik bagi para murid dalam mengenal Tuhan
Tapi para murid tidak menggubris hal itu, mereka malah berbisik2 satu dengan lainnya sehingga semua memiliki pemikiran yang sama, tapi celakanya pemikiran yang keliru tentang Kristus. Mereka pikir “Tuhan sedang menyindir kita yang ga bawa roti yang cukup, kita tidak bawa roti untuk dia.”