Markus 6:52 mencatat “Sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti dan hati mereka tetap degil.” Saudara lihat, dari sekian banyak yang kita baca, masalahnya yaitu di hati para murid yang sulit untuk diajar. Dan itu membuat mereka salah mengerti tentang Tuhan.
Jalan Keluar Masa Kini
Saudara, kita harus akui, bahwa dalam perjalanan mengikut Tuhan, kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya mengerti akan kuasa-Nya, jalan-jalan-Nya, kedaulatan-Nya, rencana-Nya, hikmat-Nya. Namun kiranya hati kita adalah hati yang mau terus diajar sehingga kita tidak salah mengerti akan kuasa-Nya, jalan-jalan-Nya, kedaulatan-Nya, rencana-Nya, hikmat-Nya, kebaikan-Nya. Tuhan ijinkan saya mengalami pergumulan dalam mendampingi suami yang sakit kanker selama 5 tahun. Dia dideteksi awal sakit yaitu tahun 2013, sudah operasi, kemoterapi. Tahun 2014 kondisinya ok, tapi tahun 2015 penyakitnya kambuh. Kembali dia menjalani operasi dan kemoterapi plus radiasi. Tapi ukuran tumor masih sama, bahkan ada penambahan ukuran. Lalu secercah harapan datang dengan jemaat yang mengusulkan untuk suami saya coba berobat ke Penang. Akhirnya kami berangkat ke Penang, konsul dengan beberapa dokter di sana. Kemudian dokter di sana bilang ada harapan untuk kesembuhan suami saya dengan cara operasi secara radikal. Kami persiapkan hati dan diri untuk berangkat ke Penang. Jemaat mendukung kami untuk dana dan juga terus mendoakan kami. Sebelum berangkat ke Penang, suami saya lakukan Pet Scan, memang didapati kecurigaan ada titik di paru. Tapi sepertinya itu tidak masalah. Ketika kami tiba di Penang dan konsul untuk persiapan operasi, dokter mengatakan bahwa adanya titik di paru itu diduga kuat bahwa itu adalah penyebaran kanker sudah sampai ke paru-paru. Sehingga, operasi tidak mungkin untuk dilakukan.