Saya mengenal seorang ibu yang seperti ini. Sejak kecil orang tuanya selalu berkata: “Kamu anak pertama, harus ngalah sama adik-adikmu, harus berkorban untuk mereka, dst.” Akibatnya dia tumbuh menjadi orang yang perfeksionis. Tidak peduli sakit, tetap pergi ke persekutuan doa pagi, bekerja dengan sangat keras, dan melakukan semua yang biasa dia lakukan tanpa henti dan merasa bersalah jika beristirahat. Akibatnya, dia sering dimanfaatkan baik oleh adik-adiknya, suaminya dan orang-orang lain yang mengenalnya. Hidupnya sangat menderita, tetapi dia merasa bahwa itu kehendak Tuhan, bahkan bangga karena dia bisa menderita seperti Kristus. Benarkah?
Mengasihi Diri Sendiri
March 9, 2019