Kebenarannya adalah, Dia menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Dia menebus kita dengan darah-Nya. Dia merencanakan yang terbaik untuk kita.
Kekristenan bukan soal melakukan hukum yang boleh dan tidak boleh dilakukan, melainkan sebuah relasi pribadi dengan Bapa yang sempurna.
Kalau pun orang-orang yang seharusnya melindungi kita telah menyakiti kita, Tuhan tidak pernah tidur. Dia senantiasa menjaga kita. Ketika kita menangis, Dia menangis bersama kita. Dia bahkan menanggung segala yang terburuk bagi kita
Suatu hari, saya mendampingi seorang pemudi di dalam doa pemulihan, Tuhan memperlihatkan kepadanya ketika dia dilukai oleh ibunya. Dia merasakan kembali luka itu, tetapi di tengah-tengah rasa sakitnya, dia melihat Tuhan Yesus berdiri di depannya dengan membuka tangannya dan dia berlari ke pelukannya. Dia melepaskan pengampunan untuk ibunya dan dipulihkan. Sejak saat itu, dia mulai bisa mengasihi dirinya sendiri dan relasinya dengan orang lain juga berubah. Dia mulai bisa menerima kelemahan orang lain dan mengasihi mereka.