Bentuk-bentuk kata Pekabaran Injil dipakai lebih dari 50 kali di dalam Perjanjian Baru. Pekabaran Injil adalah tujuan utama dari Amanat Agung (Matius 28:19). Memuridkan adalah menginjili, mengantarkan orang-orang kepada Yesus. Pada abad pertama Yesus memanggil para murid untuk datang kepada-Nya dan mengikut Dia. Dia juga memanggil mereka untuk membawa orang lain mengikut Dia.
Dengan membandingkan catatan Injil kita dapat menemukan bahwa paling sedikit ada 5 tahapan yang berbeda dalam panggilan Yesus kepada kedua belas murid-Nya. Setiap penulis Injil menekankan tahapan yang sesuai dengan tujuan khususnya. Misalnya Yohanes: panggilan pertama adalah kepada keselamatan, beriman kepada Mesias (Yohanes 1:35-51; 2:11). Panggilan Matius yang disinggung dalam perikop kita di sini adalah panggilan kedua, yaitu suatu panggilan untuk bersaksi. Setelah panggilan pertama dan panggilan kedua, ternyata para murid belum secara tuntas meninggalkan profesi lama mereka secara permanen. Pada panggilan ketiga (Lukas 5:1-11), Petrus, Yakobus, dan Yohanes sekali lagi kembali untuk menangkap ikan. Yesus mengulangi panggilan atas mereka untuk menjadi penjala manusia, dan kemudian para murid menyadari panggilan itu adalah panggilan yang sifatnya permanen dan “mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia” (ayat 11).