Mengapa dikatakan konstan dan sulit? Sebab ada dua musuh yang sangat kuat yang siap untuk mengalahkan kita.
Musuh pertama adalah dari luar, yakni SETAN. Ia adalah makhluk yang riil, sesosok malaikat yang jatuh. Ia sangat pandai dan licik, seperti yang dilukiskan Kitab Suci sebagai singa yang mengaum-aum yang siap untuk menelan mangsanya.
Musuh kedua adalah dari dalam, yakni diri kita sendiri! Tidak heran bila kita mempunyai pengalaman yang sama seperti Rasul Paulus. Dari bibir mulut kita juga terungkap, “Bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat” (ungkapan yang sama seperti Paulus dalam Roma 7).