Dalam perikop ini, Paulus menegaskan apabila kebangkitan itu tidak benar, maka Kristus pun dengan sendirinya adalah seorang penipu, atau paling tidak Dia berbuat kesalahan yang sangat fatal. Jika salah satu dari kemungkinan tersebut benar, maka Dia sama sekali tidak layak disebut sebagai Anak Allah atau Juruselamat dunia dan Tuhan. Jikalau Dia tidak bangkit, maka Dia bukan pemenang, melainkan korban pembunuhan orang lain. Atau, jikalau para penulis Perjanjian Baru mengalihtafsirkan pengajaran Kristus dan para rasul, maka isi Perjanjian Baru akan menjadi sebuah dokumen yang tidak perlu dipercayai lagi.