Khotbah Perjanjian Baru

Mengasihi Diri Sendiri

Banyak orang Kristen hidup dengan penuh kontradiksi. Di pikiran tahu bahwa Allah mengasihinya tanpa syarat, tetapi perasaannya mengatakan yang sebaliknya.

Suatu hari, saya bertanya kepada ibu yang saya ceritakan tadi, mengapa tidak beristirahat saja di rumah, bukankah sedang sakit? Dia menjawab: “Saya takut kalau Tuhan tiba-tiba datang pada saat saya tidak ke gereja padahal seharusnya ke gereja.” Artinya, sebenarnya ibu ini tidak yakin bahwa Tuhan mengasihi dia tanpa syarat. Bagi dia, kasih Tuhan itu bersyarat. Tuhan mengasihi dia kalau dia rajin ke gereja, rajin melayani, rajin berdoa, dst. Ketika saya tanya: “Apakah ibu merasa Tuhan tidak mengasihi ibu?” Dia menjawab dengan ekspresi takut: “Tentu saja Tuhan mengasihi saya! Alangkah kurang ajarnya jika saya berani berkata bahwa Tuhan tidak mengasihi saya. Bukankah Dia sudah mati bagi saya?” Artinya, di pikiran, secara teori dia tahu bahwa Allah mengasihinya, tetapi di hati, sebenarnya tidak percaya. Itulah sebabnya dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya karena takut dihukum. Bagi dia kasih Allah itu bersyarat. Akibatnya, dia tidak bisa mengasihi dirinya sendiri dan tidak bisa mengasihi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *