Orang Kristen juga harus berjaga‑jaga untuk menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Ada dua tindakan penting yang dapat membuat kita tetap setia menjalani hidup bagi Kristus, yaitu mengingat segala yang telah diperbuat-Nya bagi kita di atas kayu salib dan menanti kedatangan-Nya yang kedua kali. Yesus berkata, “Sebab itu, berjaga‑jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Matius 24:42; bandingkan dengan Matius 25:13). “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri,” Petrus berkata, “jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang menantikan dan memercepat kedatangan hari Allah” (2 Petrus 3:10‑12).
Perintah Kedua: Teguhlah di Dalam Iman
Prinsip lain untuk dapat menjalani kehidupan yang penuh kuasa adalah teguh di dalam iman. Seorang teolog besar Charles Hodge mengingatkan kepada kita untuk tidak memikirkan setiap butir doktrin dengan sebuah pertanyaan terbuka. Jemaat di Korintus, sama seperti jemaat di Efesus, “diombang‑ambingkan oleh rupa‑rupa angin pengajaran” (Efesus 4:14). Mereka tidak akan berdiri teguh dalam banyak hal. Ada perkataan bijak yang berbunyi, “Little was certain and absolute, much was relative and tentative.” Artinya: sedikit berarti pasti dan absolut, banyak berarti relatif dan tentatif.