Berjaga‑jaga tentang apatis dan sikap acuh adalah hal penting ketiga. Sifat alami dari dosa menyebabkan manusia sulit untuk menyadari keberadaannya. Seseorang yang apatis dan acuh dapat didefinisikan sebagai orang yang tidak peka dengan keadaan sekelilingnya, itulah sebabnya ia tidak berjaga‑jaga. Jemaat di Sardis berasumsi bahwa mereka memiliki hidup rohani yang baik sebab mereka memiliki “sebuah nama” yang menunjukkan bahwa mereka hidup. Tetapi mereka tidak mengindahkan kehendak Allah, dan oleh sebab itu mereka tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya telah “mati”. “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati,” demikian firman Tuhan kepada mereka, “sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu, ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga‑jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba‑tiba datang kepadamu” (Wahyu 3:1‑3).
Prinsip-Prinsip Kehidupan yang Penuh Kuasa
August 11, 2017