Khotbah Perjanjian Baru

Prinsip-Prinsip Kehidupan yang Penuh Kuasa

Oleh karena keadaan itulah, Rasul Paulus memberikan perintahnya agar mereka berdiri teguh di dalam iman. Paulus berseru kepada mereka, sebagaimana perintahnya kepada jemaat di Tesalonika, “berdirilah teguh dan berpeganglah pada aja­ran‑ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis” (2 Tesalonika 2:15). Apabila kita ingin dapat berdiri teguh di dalam iman, kita harus mendapatkan ajaran yang baik dan bertekun di dalam Firman. Kita wajib melihat dan menilai segala sesuatu dengan dasar kebenaran dan standar Allah. Kita harus berdoa bagi diri kita sendiri dan bagi gereja kita dewasa ini, seperti Epafras berdoa bagi jemaat Kolose, “supaya mereka berdiri teguh, sebagai orang‑orang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah” (Kolose 4:12).

Perintah Ketiga: Bersikaplah Sebagai Laki‑laki (terjemahan lain: jadilah dewasa)

Prinsip ketiga untuk menjalani kehidupan Kristiani yang penuh kuasa adalah bertindak sebagai seorang dewasa, yang diterjemahkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) “ber­tindak sebagai seorang laki‑laki”. Tujuan dari perintah Paulus yang ketiga ini adalah supaya setiap jemaat berperilaku sebagai orang dewasa. Seseorang yang dewasa memiliki penguasaan diri, keyakinan, dan dorongan yang tidak dimiliki oleh seorang anak kecil atau bayi. Dalam perikop ini tampak bahwa Paulus menyatakan bahwa mereka memiliki segala kelebihan kecuali kedewasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *