Khotbah Perjanjian Baru

Prinsip-Prinsip Kehidupan yang Penuh Kuasa

Hanya dengan berbekal kondisi rohani yang kuat kita mampu memenangkan peperangan rohani dan mengalahkan kedagingan atau hawa nafsu kita. Sekali lagi Paulus menunjukkan titik lemah jemaat Korintus dengan teguran ini: “… kamu masih manusia duniawi, sebab jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” (1 Korintus 3:3). Mereka telah menipu diri mereka sen­diri dengan menganggap diri bijak dan kuat secara rohani. “Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat” (1 Korintus 3:18). Selanjutnya, Rasul Paulus dengan penuh hikmat berkata, “kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina” (1 Korintus 4:10). Hal itu dikatakannya untuk menunjukkan bahwa ia tidak menganggap dirinya kuat karena kekuatannya sendiri. Oleh karena kelemahan inilah jemaat di Korintus kemudian menyalahgunakan berbagai hal yang sakral, termasuk Perjamuan Kudus (The Lord’s Supper). Klimaksnya, gambaran keadaan jemaat pada saat itu adalah: “… banyak di antara kamu [mereka] yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal” (1 Korintus 11:30).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *