Sebelumnya Paulus telah menyatakan, “saudara‑saudara, janganlah sama seperti anak‑anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak‑anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!” (1 Korintus 14:20). Orang Korintus perlu bertumbuh. Bahkan tatkala ia masih menggembalakan mereka, ia tidak dapat berbicara kepada mereka “sebagai obyek manusia rohani, tetapi sebagai manusia kedagingan (man of flesh), sebagai seorang bayi dalam Kristus. Ia memberi mereka susu untuk diminum, bukan makanan keras, sebab mereka tidak mampu menerimanya.” Tetapi sepeninggal Paulus dari Korintus, mereka masih saja belum dapat bersikap dewasa. “Dan sekarang pun juga,” demikian Paulus meneruskan, “kamu belum dapat menerimanya” (1 Korintus 3:1,2). Ia harus memperlakukan mereka dengan disiplin, tepat seperti apa yang dilakukan orang tua kepada anaknya yang keras kepala. Ia berkata, “Apa yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?” (1 Korintus 4:21).
Prinsip-Prinsip Kehidupan yang Penuh Kuasa
August 11, 2017