Jadi, ada dua karakteristik bagaimana Tuhan menuntun umat-Nya. Pertama, Tuhan menuntun umat berdasarkan pengenalan-Nya yang sempurna atas diri umat-Nya. Kedua, ia menuntun dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan kita. Ada pertanyaan yang paling penting di akhir perenungan ini, “Mengapa saya tidak pernah merasakan tuntunan dalam hidup saya? Mengapa saya tidak pernah merasakan saat di mana dapat saya katakan bahwa Tuhan itu berbicara, mengingatkan atau menegur saya seperti yang dilakukan kepada orang lain? Apa yang salah dalam diri saya?”
Wujud Nyata Tuntunan Tuhan
May 20, 2017