Khotbah Perjanjian Lama

Wujud Nyata Tuntunan Tuhan

Setelah hampir dua jam berjalan, kami bertemu orang lain lagi dan bertanya, “Pak, Hotel Lava View di mana?” Jawabnya, “Oh, sudah dekat, Pak! Tinggal dua jam lagi sampai!” Dua jam lagi? Orang pertama mengatakan dua jam itu dekat dan sekarang harus tambah dua jam lagi? Kami mulai kehilangan semangat. Kami langsung berbaring di tempat dengan letih-lesu, capai, mengomel, marah; semua perasaan itu bercampur aduk di situ. Namun, kami harus terus berjalan. Setelah hampir empat jam berjalan, kami merasa sudah dekat sehingga langkah kami menjadi lebih ringan. Kemudian kami bertanya kepada seorang ibu yang turun naik membawa kayu, “Hotel Lava View di mana?” Jawab ibu ini, “Itu lho Pak, sudah kelihatan!” Yang disebut kelihatan itu bukan bangunannya, tetapi kelihatan semacam antena. Berapa lama lagi ke sana? Ibu ini menatap kami terus dan berkata lagi, “dua jam”. Kembali dengan perasaan lelah, letih-lesu, mengomel, dan marah, kami mulai berjalan lagi. Akhirnya, dalam waktu 5,5 jam kami sampai di Hotel Lava View. Kalau saya ingat-ingat lagi, betapa hebatnya saya bisa berjalan kaki selama 5,5 jam! Sesampainya di sana, si pelatih menyambut kami dan berkata, “Oh sudah kami duga, kalian pasti kuat. Kami memperkirakan kalian pasti kuat. Ternyata perkiraan kami tidak salah, kalian memang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *