Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Daud: Pendosa yang Kesatria

Daud: Pendosa yang Kesatria

1Taw 21:1-17 & 2Sam 24:1-17

Pdt. Agus Surjanto

Setiap orang percaya pasti pernah dicelikkan mata hatinya oleh Roh Kudus sehingga kemudian menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa yang tidak mampu menyelamatkan diri dari murka Allah dengan kekuatannya sendiri, dengan ibadah, perbuatan baik atau apapun. Kesadaran ini membawa orang itu kepada suatu kebutuhan akan seorang Juruselamat yang mampu dan mau menyelamatkan dirinya. Kebutuhan akan Juruselamat ini kemudian membawa orang itu kepada Tuhan Yesus dan ketika akhirnya orang itu mau percaya, maka dia diselamatkan. Dengan demikian sebenarnya tidak ada satu orangpun, selain Tuhan Yesus, yang berhak menganggap dirinya cukup baik sehingga layak memperoleh keselamatan dan layak dipuji oleh Tuhan.

Daud juga tidak terkecuali, bahkan kalau melihat catatan Alkitab, dosa yang telah dibuatnya sangat mengerikan. Peristiwa Batsyeba (1Sam 11-12) memberikan gambaran betapa bobroknya Daud. Tidak banyak orang Kristen yang jatuh dalam dosa seperti yang dilakukan Daud. Bayangkan, Daud dengan sengaja dan sadar telah melanggar 3 dari 10 Perintah Allah, yaitu mengingini istri orang lain, melanggar perintah nomor 10. Berzinah, melanggar perintah nomor 7. Dan kemudian membunuh, melanggar perintah nomor 6. Rasanya cukup beralasan kalau seorang Kristen, waktu dia membaca peristiwa Batsyeba, bisa mempunyai perasaan bahwa dirinya masih “cukup baik” dibandingkan dengan Daud. Membunuh misalnya, mungkin tidak banyak dilakukan oleh orang Kristen. Tetapi sangat aneh sekali bahwa orang seperti Daud ternyata dipilih Allah untuk menjadi teladan, pola dan tolok ukur dari raja-raja Yehuda (1Raj 3:14; 11:6; 15:11; 2Raj 14:3; 18:3; 2 Taw 28:1; 29:2; 34:2).

Dia juga dikatakan adalah orang yang dikenan oleh Allah, yang mentaati segala perintah TUHAN, mengikuti TUHAN dengan segenap hati, melakukan apa yang benar di mata Allah (1Raj 14:8; Kis 13:22), walaupun memang alkitab juga mencatat sebuah kekecualian (1Raj 15:5). Apakah Alkitab tidak salah karena telah memuji Daud begitu hebat? Bagaimana mungkin orang yang “begitu jahat” dikatakan melakukan apa yang benar di mata Allah, mengikuti Tuhan dengan segenap hati? Bahkan baik atau buruknya raja-raja Yehuda ditentukan dengan melihat apakah mereka hidup “seperti Daud” atau “tidak seperti Daud.”

Kitab Tawarikh adalah kitab yang ditulis khusus mengulas tentang dinasti Daud, menceritakan jatuh bangunnya Daud dan keturunannya di hadapan Tuhan. Karena kitab Tawarikh ini ditulis dengan campur tangan Allah, maka walaupun menonjolkan cerita tentang Daud dan keturunannya, tetapi dosa Daud dan keturunannya tidak pernah ditutup-tutupi. Salah satu dosa Daud dicatat dalam 1Tawarikh 21 ini. Tetapi catatan dosa ini tidak menjelaskan dosa apa sebenarnya yang telah dilakukan Daud. Alkitab hanya mencatat bahwa Daud ingin menghitung jumlah orang Israel (1Taw 21:1-2). Bahwa hal itu adalah suatu dosa telah disadari Yoab dan dia berusaha mengingatkan Daud kalau tindakannya itu akan menyebabkan Tuhan menghukum seluruh Israel (1Taw 21:3).

Leave a Reply

Your email address will not be published.