Apabila kita hanya memiliki harapan pada Kristus selama kita hidup dan ternyata Dia tidak bangkit, maka segala pengajaran, pemberitaan, penderitaan, pengorbanan serta seluruh pekerjaan atau jerih lelah kita di dalam Dia menjadi sia‑sia. Apabila Kristus tetap mati, maka bukan saja Dia tidak berdaya untuk membawa kita kepada hidup yang kekal, tetapi Dia pun tidak akan mampu menolong kita pada masa hidup kita sekarang ini. Apabila Dia tidak mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, maka Dia tidak dapat mengembangkan kehidupan kita di bumi ini. Apabila Dia tidak hidup, maka kita tidak memiliki sumber damai sejahtera, sukacita, atau kepuasan hidup. Hidup kristiani akan menjadi sebuah kisah tragis yang tanpa makna.