“Iman” yang dibicarakan Paulus di sini bukanlah iman percaya kepada Allah, melainkan iman kebenaran atau isi dari Injil itu. Iman yang dimaksud adalah “iman [yang sekali untuk selamanya] diberikan kepada orang‑orang kudus” (Yudas 3), yang merupakan “Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang juga kamu terima, dan yang di dalamnya juga kamu teguh berdiri” (1 Korintus 15:1). Di dalam iman ini pula “kita bertanding dalam pertandingan iman yang benar” (1 Timotius 6:12). Paulus berkata kepada jemaat di Filipi bahwa ia berharap untuk mendengar bahwa mereka “teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (Filipi 1:27). Jadi, yang dimaksud dengan berteguh dalam “iman” dalam konteks ini adalah doktrin Kristen.
Prinsip-Prinsip Kehidupan yang Penuh Kuasa
August 11, 2017