Itu sebabnya Sokrates berkata, “Iri hati adalah putri dari kesombongan, pencipta dari pembunuhan dan balas dendam, ibu dari kejahatan rahasia, penyiksa abadi dari kebajikan. Iri hati adalah cairan kotor dari jiwa; sebuah bisa, sebuah racun … yang menggerogoti tubuh dan mengeringkan tulang.”
Keempat, ironisnya, orang yang iri hati selalu pada saat yang sama mengakui keunggulan orang lain. Karena itu, sementara orang yang iri hati selalu dalam keadaan tak puas, ada rasa puas dalam diri orang yang menjadi sasaran iri hati.