Atau kisah dari Birma tentang seorang pembuat tempayan yang iri pada keberhasilan temannya yang bekerja sebagai pencuci. Maka, ia mendorong sang raja untuk memerintahkan si pencuci untuk mencuci gajah hitam hingga putih, sehingga dengan demikian sang raja bisa menjadi penguasa gajah putih. Sang raja menyetujui usulan pembuat tempayan ini dan mengeluarkan perintahnya. Si pencuci menjawab bahwa ia tak punya tempayan yang cukup besar yang mencuci gajah hitam itu. Akhirnya sang raja memerintahkan si pembuat tempayan untuk membuat tempayan besar yang cukup untuk menampung gajah tersebut. Namun setiap kali sebuah tempayan besar dibuat, selalu saja pecah karena injakan kaki gajah. Si pembuat tempayan itu menjadi kurban dari rencananya dan iri hatinya sendiri.
Seri Tujuh Dosa Maut: Iri Hati
June 10, 2017