Itu sebabnya, salah satu perumpaan yang Yesus berikan menohok langsung masalah iri hati, yaitu perumpamaan tentang pemilik kebun anggur yang memberikan upah yang sama pada pekerja yang datang pagi dan datang belakangan. Kepada para pekerja yang datang pagi, si tuan berkata, “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat. 20:15). Iri hati—sebagaimana dikatakan Harold Coffin dalam kutipan di atas—adalah seni menghitung berkat orang lain daripada berkat yang kita terima.
Seri Tujuh Dosa Maut: Iri Hati
June 10, 2017