Coba bayangkan situasi seperti ini: kita bersama-sama berada di dalam sebuah kapal kecil. Ada sepuluh orang yang menempuh perjalanan bersama menuju sebuah pulau. Di tengah perjalanan, karena hantaman badai, maka kapal mulai bocor dan perlahan lahan tenggelam. Semua penumpang bergegas mencari pelampung. Eh … ternyata hanya ada sembilan pelampung, sedangkan yang membutuhkan benda itu ada sepuluh orang. Apakah dalam situasi seperti ini Anda akan berkata kepada saya, “Oh … Pak Wahyu, Pak Pendeta, silakan ambil pelampung duluan deh. Saya belakangan saja.” Pasti tidak demikian, bukan? Anda bahkan mungkin akan merebut pelampung saya, sambil berkata, “Bapak sudah pasti ke surga, saya belum tentu. Pelampungnya untuk saya aja deh.”
Setia di Tengah Luka
September 2, 2017