Saya khawatir perilaku kita tidak berbeda dengan orang Israel. Seorang pemuda berdoa secara serius untuk meminta pacar dari Tuhan. Tuhan mempertemukannya dengan seorang gadis seperti harapannya. Begitu pacar didapat, Tuhan pun dilupakan. Gaya pacaran pemuda tersebut bahkan mengabaikan Tuhan dan kehendak-Nya. Contoh lain, sepasang suami istri dipersatukan Tuhan di depan altar-Nya. Mereka sungguh-sungguh mendengarkan sabda Tuhan di dalam gereja. Namun sayangnya, segera sesudah itu, mereka tidak menyambut kehadiran Tuhan di tengah keluarga. Diam-diam, salah satu pihak mulai meninggalkan kesetiaan terhadap pasangan, dan membina hubungan dengan orang lain. Ketidaksetiaan terhadap pasangan tidak mungkin terjadi bila kita setia kepada Tuhan.
Setia di Tengah Luka
September 2, 2017