Penatalayan Tuhan tidak dinilai berdasarkan penampilannya di hadapan orang lain. Pendapat orang bisa beraneka ragam, bahkan sering berubah-ubah, sehingga sulit dijadikan suatu patokan. Kepatuhan seorang penatalayan hanya kepada tuannya semata. Dalam hatinya hanya ada satu kerinduan, yakni menyukakan hati tuannya. Hal ini tampak jelas terlihat pada diri Paulus, yang terus-menerus melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Ia tahu dengan jelas bahwa ia dipanggil untuk memberitakan firman Allah (Kolose 1:25), menerima firman itu, dan meneruskannya kepada orang lain. Di dalam melakukan hal ini, ternyata Paulus didapati sebagai seorang penatalayan yang setia.
(2) Identitas Kedua Adalah Penatalayan yang Dipercayakan Rahasia Allah (4:1b)
Penatalayan Tuhan adalah hamba yang dipercayakan rahasia Allah. Dalam ayat ini kata Yunani kedua yang menunjukkan identitas pelayan adalah oikonomoj, yang secara harfiah berarti house manager atau pengatur rumah. Pengatur rumah adalah seorang yang ditempatkan pada posisi mengurus segala urusan rumah tangga. Ia bertugas untuk mengawasi harta benda majikannya, ladang dan kebun anggur, finansial, makanan, dan para budak lainnya atas nama majikannya.