Seorang penatalayan yang dipercayakan rahasia Allah memelajari firman untuk dirinya sendiri dan bersedia untuk mengajarkannya kepada orang lain. Tetapi, bila ia tidak sanggup menangani secara akurat apa yang diketahuinya melalui penyingkapan rahasia Tuhan atas dirinya, ditambah lagi bila ia tidak jujur dalam memberitakan rahasia itu, maka akan sangat fatal akibatnya. Jemaat yang berada di bawah bimbingan penatalayan seperti ini akan sama seperti perkataan Milton yang begitu berkesan, “The hungry sheep look up, and are not fed.”
Tuntutan bagi Penatalayan Tuhan (1 Korintus 4:2)
Kualitas tertinggi bagi seorang penatalayan Tuhan adalah kesetiaan (trustworthy), dapat dipercaya. Majikannya memercayakan seluruh isi keluarga dan milik kepunyaannya kepadanya, dan tanpa kesetiaan ia akan menghancurkan keduanya. Tuhan menuntut penatalayan-Nya menjadi seorang yang dapat dipercaya. Seorang yang secara konsisten patuh pada firman-Nya, tak tergoyahkan dalam komitmennya kepada Tuhan. Atas diri para penatalayan-Nya, Tuhan sesungguhnya tidak menuntut kebrilianan, kepandaian, kekreatifan, ataupun popularitas. Tuhan bisa saja memakai penatalayan yang memiliki semua kualitas di atas, namun yang mutlak harus ada hanyalah trustworthiness.