Khotbah Perjanjian Baru

Karakteristik Penatalayanan Tuhan

Paulus adalah seorang rasul, namun ia menilai dirinya sendiri sebagai huperetes, seorang pelayan yang hina milik sang majikan; bahkan ia ingin orang lain menilai dirinya seperti itu. Derajat umum seorang penatalayan menempati status terendah. Ia adalah pekerja kasar, penerima hukuman yang paling kejam, dan jarang dihargai orang. Tidak heran bila Paulus menulis, “Apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya” (3:5). Seorang penatalayan Tuhan dapat bermanfaat hanya bila Tuhan memberikan kesempatan dan urapan kuat kuasa-Nya. Dengan demikian, yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan itu sendiri (3:7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *