Khotbah Perjanjian Baru

Karakteristik Penatalayanan Tuhan

“Karena itu,” demikian Paulus berkata, “kami tidak tawar hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah” (2 Korintus 4:1-2). Pemberita Injil atau guru, penatalayan firman yang meniadakan teks Kitab Suci, atau menyalahgunakannya sebagai pendukung ide pribadi, sesungguhnya telah menyelewengkan firman Allah. Hal ini sudah dilakukan oleh para pengajar sesat, yang mencoba untuk mendukung doktrin mereka yang keliru dengan memakai teks Alkitab namun dikutip di luar konteks, bahkan sudah mengalihtafsirkan bagian itu. Satu hal yang perlu kita camkan bersama adalah “Alkitab bukanlah sebuah repository (gudang) teks-teks pendukung bagi pendapat pribadi. Sebaliknya, Alkitab adalah kebenaran Allah, yang harus diberitakan oleh para penatalayan, sebagai tugas mereka. Perhatian seorang penatalayan bukan untuk menyenangkan telinga para pendengarnya, atau menguraikan pandangan pribadinya, melainkan menjadi “seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *