Khotbah Topikal

Pengampunan, Jalan kepada Kebebasan

SS, hal yang dilakukan oleh hamba pertama tadi sebenarnya sering dilakukan oleh orang percaya yang telah diampuni, bahkan oleh kita: orang yang sudah diampuni tidak mau memberi pengampunan kepada orang lain. Oleh sebab itu, Yesus ingin mengajarkan kepada Petrus serta kita semua bahwa hal itu tidak boleh demikian.  Malah sebaliknya, setiap orang yang sudah mendapatakan pengampunan vertikal (hubungan antara seorang pribadi dengan Allah), harus siap untuk memberikan pengampunan horizontal (hubungan antara manusia dengan sesamanya).  Setiap orang yang sudah diampuni Allah, harus siap untuk memberikan pengampunan kepada orang lain.  Setiap orang yang sudah mendapatkan kasih karunia dari Allah, harus siap untuk memberi pengampunan.  Inilah yang menjadi alasan Tuhan Yesus mengapa ia meminta Petrus untuk memberikan pengampunan tanpa batas, 70 x 7 kali atau 490 kali, yang bukan merupakan jumlah namun ketidakterbatasan pengampunan yang harus diberikan. Sikap manakah yang sering kita tunjukkan kepada sesama yang bersalah kepada kita Bapak Ibu?  Sikap seperti Yusufkah, yang bersedia mengampuni, ataukah sikap seperti sang hamba pertama dalam perumpamaan ini? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *