Khotbah Topikal

Pengampunan, Jalan kepada Kebebasan

SS, hanya orang yang sudah mendapatkan anugerah pengampunan yang dapat memberikan pengampunan bagi orang lain.  Kim Puch telah memberikan kita contoh.  Ia yang tadinya bukan orang percaya, namun setelah menjadi pengikut Kristus, ia telah meresponi kasih karunia yang ia dapatkan dengan tepat.  Lalu bagaimana dengan kita?  Sudahkah kita mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita?  SS, mengampuni bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.  Kita berhadapan dengan yang namanya, kepedihan, kepahitan dan rasa sakit hati yang mendalam akibat perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan orang lain.  Sulit sungguh sangat sulit.  Rasa sakit hati, benci dan dendam yang bercampur itu membuat kita berada dalam suasana hati yang terbelenggu dengan keburukan.  Namun SS, pertanyaannya adalah sampai kapan, sampai kapan kita akan terus menyimpan gumpalan kepahitan itu dan membangun tembok-tembok ego, dendam dan kebencian yang membentengi kita dari cahaya pembebasan batin?  Saudara, kita butuh pemulihan, kita butuh kebebasan.  Mari kita pandang takhta kasih karunia Allah yang telah dicurahkan bagi kita.  Mari kita ambil keputusan untuk mengakhiri setiap rantai kebencian, sakit hati dengan berani untuk mengambil keputusan mengampuni.  Memang perlu proses, perlu waktu.  Tapi mari awali dengan kesediaan hati, untuk suatu saat berani berkata kepada orang yang bersalah pada kita: “Aku mengampunimu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *