Ini yang disadari oleh Pemazmur yaitu Daud di Mazmur 103. Ia mengalami sebuah pengalaman konkret, yaitu mengalami perasaan lega sebagai orang yang diampuni oleh Allah. Daud sadar bahwa ketika ia mengakui dosa, dan menyadari serta berbalik kepada Allah, Ia akan mengampuni. Allah memandang kita sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya. Allah bukanlah sosok yan menakutkan, yang selalu mengamat-amati atau menanti-nanti untuk mencari kesalahan, agar Ia bisa mendakwa dan menghukum kita. Sebaliknya, Ia hadir sebagai Bapa yang penuh kasih, mengenali kelemahan anak-anak-Nya dan mengampuni setiap dosa dan pelanggaran yang diakui di hadapan-Nya. Allah bahkan melupakan sama sekali dosa dan pelanggaran kita. Keyakinan ini diungkapkan Daud melalui kalimat puitis: “Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan dia, sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (103:11, 12).
— Khotbah Topikal —
Pengampunan, Jalan kepada Kebebasan
May 21, 2020