Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Saul: Bersandar pada Kekuatan Manusia

Kemenangan-kemenangan yang dicapainya dalam peperangan bukan membuat Saul makin bergantung kepada Allah, tetapi ternyata makin membuat dia bergantung kepada kekuatan manusia, sehingga akhirnya Allah berkenan mengangkat seseorang lain yang lebih bergantung kepada Allah, yaitu Daud. Pada saat semua orang Israel takut menghadapi Goliat, maka Daud dengan kekuataan yang dari Allah maju mengalahkan Goliat (1Sam 17). Kasih Allah yang besar terhadap umat-Nya tidak menghendaki umat Israel makin jauh dari pada Dia dan bersandar kepada kekuatan sendiri. Israel harus dipimpin oleh raja yang bersandar kepada kekuatan Allah. Dan orang itu ternyata bukan Saul karena sudah beberapa kali diberi kesempatan tetapi Saul tidak menunjukkan sikap yang bertobat dan berbalik kembali kepada Allah. Akhir yang menyedihkan dari seseorang yang bernama Saul. Seseorang yang pada mulanya begitu pemalu dan rendah diri, bisa menjadi begitu tinggi hati. Mengapa “orang pilihan Allah” bisa berubah seperti itu? Memang tidak mudah beradaptasi menghadapi suatu perubahan yang tiba-tiba dan yang dahsyat. Beban psikologis yang diterima Saul ternyata terlalu berat. Dari seorang pemalu dan rendah diri, tiba-tiba Saul menerima sanjungan yang begitu dahsyat dari seluruh orang Israel (1Sam 11:12-13).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *