Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Saul: Bersandar pada Kekuatan Manusia

Saul berpikir bahwa dengan mempersembahkan korban, maka bangsa Israel punya hak untuk memperoleh pertolongan Allah. Kalau saya sudah melayani Tuhan, saya sudah berpuasa, saya sudah beribadah dengan setia, saya sudah memberi persepuluhan, saya sudah hidup kudus, saya sudah …., maka Allah harus memberkati saya, Allah harus menyembuhkan saya, Allah harus menolong saya. Bukankah kita seringkali berpikir seperti itu juga? Bukankah Allah berjanji bahwa kalau saya sudah …, maka Ia akan ….. Tidak tahukah anda bahwa Allah bukan melihat semua itu tetapi melihat hati (1Sam 16:7). Dan Dia sedang mencari hati yang takut akan Tuhan, hati yang menomor satukan Tuhan, hati yang memuliakan Tuhan, yang taat kepada-Nya. Bukan hati yang ingin kemuliaan diri seperti Saul. Betapa dalamnya Saul telah jatuh. Namun Allah alkitab adalah Allah yang penuh kasih dan penuh belas kasihan. Karena kasih itulah maka Allah tetap memberi kesempatan kepada Saul. Allah masih mengijinkan Saul mengalami kemenangan-kemenangan terhadap musuh-musuh Israel (1Sam 14:47-48).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *