Kenyamanan ini membuat Saul ingin terus mempertahankan posisi itu, berapapun harga yang harus dibayar. Dia tidak sadar bahwa posisi itu dapat diraih karena Allah menyertai dan memberkati dia dan Allah mau meninggikan dia. Dia menganggap bahwa semua keberhasilannya selama ini adalah karena kekuatannya. Tetapi Allah tidak suka kepada orang yang bersandar kepada kekuatan manusia. Yeremia dengan jelas mengatakan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya menjauh dari Tuhan (Yer 17:5). Allah ingin orang yang taat kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tetapi Allah Alkitab memang Allah yang luar basa. Setelah Saul berulang kali gagal menaati kehendak Allah, ternyata Saul masih diberi sekali lagi kesempatan. Namun rupanya kesempatan ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan Tuhan kepadanya. Tuhan ingin memberi kesempatan sekali lagi kepada Saul untuk membuktikan apakah Saul betul-betul mau taat kepada Allah dengan melakukan suatu tes. Tetapi ternyata tes yang ini juga gagal dilalui Saul (1Sam 13:8-10).
Saul: Bersandar pada Kekuatan Manusia
February 17, 2022