Khotbah Perjanjian Baru

Tetap Setia di Saat Kritis

Maria tidak hanya menyadari siapa dirinya di hadapan Sang Tuan, tapi ia juga menyadari siapa Pemilik hidupnya, siapa Tuan atas hidupnya. Di sinilah kita melihat bagaimana ketaatan itu sangat berisiko dan ini yang membawa kesulitan dan pergumulan di dalam hidup Maria.

Coba seandainya ketaatan Maria tersebut didasarkan pada untung-rugi. ‘Kalau aku taat akan perintah Allah… rugi aku, aku rugi besar. Aku bisa mati sebagai konsekuensinya.’ Maria sama sekali tidak hitung-hitungan dengan Tuhan. Dia sadari siapa dirinya, aku ini hamba dan Allah adalah Tuanku… dan dia menyadari siapa yang jadi Pemilik atas hidupnya, jadi Tuan atas hidupnya.

1 thought on “Tetap Setia di Saat Kritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *