Saudara, itu adalah hal luar biasa yang ditunjukkan Maria. Maria percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Belajar dari Maria, kepercayaan itu juga harus menjadi pegangan kita di dalam hidup ini. Sekalipun orang-orang di sekitar kita tidak mempercayai akan apa yang akan kita terima dari Tuhan; namun kita tetap mempercayai sebagaimana halnya Maria percaya. Saya percaya hingga saat ini mukjizat Maria masih berlangsung. Amin.
Yang ketiga, Maria menunjukkan kesetiaannya melalui ketaatannya yang penuh.
Saudara… kalau kita bicara mengenai ketaatan, sering kali kita berbicara bahwa ketaatan itu ada itung-itungannya. Kita ngitung itu untung atau rugi. Saya ambil satu contoh, saat Saudara naik motor atau mobil. Saat Saudara ada di traffic light. Saat lampu itu merah, pasti Saudara berhenti kan? Betul? Ya, pasti Saudara berhenti. Yang jadi pertanyaan, mengapa Saudara berhenti? Karena pengen taat. Betul? Tapi, ketataan Saudara tersebut didasarkan pada untung-rugi? Karena apa? Kalau saya melanggar lampu merah, saya yang rugi. Nanti saya ditilang. Kalau saya taat, saya untung… saya tidak ditilang. Nah, sering kali ketaatan kita, kita tunjukkan melalui untung rugi seperti itu.
bagus sekali artikelnya, thanks..