Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus… di sini kita diajari satu hal yang sangat penting: ketika perkataan manusia tidak berdaya kuasa ilahi bekerja. Amin. Saudara tahu apa yang saya maksud? Ketika perkataan Maria tidak akan mungkin bisa memberikan jawaban memuaskan atas kehamilannya, kuasa Allah bekerja di dalam hidupnya. Itu yang terjadi. Di sini kita melihat bahwa ketaatan ini semacam ujian untuk mengalami intervensi ilahi.
Yang terakhir… yang keempat, Saudara. Maria menjalani kehidupannya dengan senantiasa memuji Tuhan.
Saudara bisa membaca di Lukas 1:46-55 mengenai pujian Maria. Ayat itu berbicara hal yang sangat menakjubkan. Karena apa? Karena di dalam keadaan yang sangat lemah… di dalam situasi yang kritis… Maria bersukacita. Saudara, Maria sebenarnya memiliki dua pilihan saat menghadapi situasi yang kritis itu. Dia bisa mengumpat dan dia bisa memuji Tuhan. Jika Saudara meneruskan membaca Lukas 1, di sana diceritakan Maria bertemu Elisabet, saudaranya. Kita melihat bagaimana nubuat Elisabet itu memberikan kekuatan kepada Maria. Berbahagialah ia karena sudah mempercayai bahwa apa yang dikatakan Tuhan pasti akan terjadi. Dan itulah yang membuat Maria memuji, “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira kerena Allah, Juruselamatku.” Sekali lagi, inilah yang luar biasa di dalam diri Maria: sekalipun hidupnya berada di dalam situasi kritis, Maria masih bisa memuji Tuhan.
bagus sekali artikelnya, thanks..