Khotbah Perjanjian Baru

Tetap Setia di Saat Kritis

B: Terima kasih pak.

A: Sama-sama ibu. Tuhan memberkati.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan… pagi hari ini kita diajari oleh Maria hendaknya hidup kita seperti ceret atau teko. Tahu maksud saya? Sekalipun menghadapi situasi yang kritis di dalam hidupnya, Maria tetap memuji Tuhan. Karena itu, Saudara… ingatlah ceret atau teko… meski dalamnya mendidih, mulutnya menyanyi. Inilah yang harus kita praktikkan di dalam hidup ini, seperti Maria: ”Jiwaku memuji Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.”

1 thought on “Tetap Setia di Saat Kritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *